A Lot Like Love : “Don’t ruin it!”

a lot like love“there’s nothing better than a great romance to ruin a perfectly good friendship”

Β Saya senang melihat review-review dari film lama. Tak terkecuali film yang satu ini. Film yang tayang perdana pada tahun 2005 (wow!! ketika saya masih SMP). Karena keahlian saya menyelam di dunia Google dan secara tidak terduga tahu tentang film ini, maka tak perlu menunggu waktu lama. Saya langsung mencari film ini dan menontonnya.Β Inti dari film ‘a lot like love’ ada pada tag kalimat diatas. Kita juga bisa menebak bagaimana ending dari film ini yang secara jelas pasti happy ending. Tetapi yang membuat saya menyukai film ini setelah menontonnya adalah cara pengemasannya, yang menurut saya dikemas dengan sangat sederhana dan alami. Colin Patrick Lynch menulis ceritanya tanpa dibuat-buat.

Oliver dan Emily adalah dua tokoh yang menjadi inti cerita ini. Di awal film, dari penampilan pertama mereka muncul sudah bisa kita nilai bagaimana karakter dari Oliver dan Emily. Pada dasarnya karakter mereka sangat bertolak belakang. But, love didn’t look anything. Pada saat saya menonton, saya sempat bergumam, “kok bisa ya Oliver tertarik dengan cewek seperti itu?”Β Pertemuan pertama mereka pun tidak bisa dikatakan dengan pertemuan yang manis. Tetapi pertemuan yang crazy banget. Emily tipikal orang urakan, sedangkan Oliver tipikal yang kalem banget.Β Setelah pertemuan tersebut, ikatan persahabatan diantara mereka terbentuk. Hubungan persahabatan mereka bikin saya ‘geregetan’ tiap kali nonton. Gimana gak, mereka saling menyadari kalo saling suka. Oliver ingin hubungan yang lebih dari sekedar teman, but Emily hanya dengan kalimat “don’t ruin it!” yang ia ucapkan cukup memberi gambaran bagaimana hubungan yang semestinya diantara mereka. Oliver paham dan mengikuti alur permainan agar tidak merusak suasana di antara mereka.

Waktu menjadi pembuktian bagi mereka. Tidak hanya dalam hitungan setahun atau dua tahun saja waktu menyadarkan mereka. Tetapi lebih dari 5 tahun. Dan dengan permainan waktu serta jalan cerita yang dikemas membuat ‘chemistry’ dari film ini hidup dan asyik untuk diikuti. Tak sekedar itu, soundtrack dari film ini pas dan keren banget. Ada 3 lagu yang saya suka dari keseluruhan soundtracknya, ‘Brighter than sunshine‘ by Aqualung, ‘if u leave me now‘ by Chicago dan ‘Look what u’ve done‘ by Jet.

Iklan

Diterbitkan oleh

devilove

devi setyowati is my full name // a midwife // interested with the words world // to be a simple thinker // chocolate addict // cappucino addict // "i am not the best but i am trying my best"

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s