Girl In The Sunny Place : The Secret Life of Mao

The.Girl.in.the.Sun.2013.mkv_007034825 The.Girl.in.the.Sun.2013.mkv_006547999

Film Jepang menjadi daya tarik tersendiri bagi saya sebagai seorang penikmatnya. Apalagi dengan genre romantis. Di antara film Jepang dan Korea untuk genre romantis, saya masih cenderung lebih menyukai alur cerita film Jepang yang saya nilai “lugu”. Film Jepang memang berani mengekspos hal-hal yang tidak wajar, tetapi seringkali terlihat “lugu”.

Sudah banyak film Jepang yang saya ikuti. Saya lebih memilih menonton filmnya daripada doramanya. Entahlah dikarenakan apa, saya sendiri menganggapnya karena suka saja. Seperti film-film yang lainnya, saya tahu tentang film Girl In The Sunny Place melihat resensi dari asianwiki.com. Salah satu tokoh utamanya adalah Juri Ueno, yang saya ketahui dari dorama hits Nodame Cantabile. Ketika saya mulai melihat trailer dari film ini, saya langsung suka karena banyak rahasia yang menjadi tagline-nya. Rasa penasaran harus saya tebus dengan menonton filmnya.

edit2

Judul lain dari film ini adalah Her Sunny Side. Film ini adaptasi dari novel “Hidamari no Kanojo” karya Osamu Koshigaya yang diterbitkan pada tahun 2011. Film ini berkisah tentang Kosuke Okuda (Jun Matsumoto) dan Mao Watarai (Juri Ueno). Mereka adalah sepasang sahabat ketika SMP. Hal ini dimulai ketika Mao menjadi siswa baru di sekolah Kosuke dan menjadi sasaran bully dikarenakan Mao tidak mampu dalam segala hal dan dianggap bodoh. Seperti cerita romantis Jepang ketika ada salah satu tokohnya di-bully maka ada tokoh lain yang melindungi. Kosuke-lah yang menjadi tokoh pelindung bagi Mao. Persahabatan terjalin di antara mereka hingga rasa suka dan cinta. Namun, kisah asmara saat SMP harus disudahi ketika Kosuke harus pindah ke kota lain mengikuti orangtuanya. Komunikasi di antara mereka hilang dengan begitu saja.

Cerita dimulai ketika Kosuke sudah dewasa dan bekerja di salah satu perusahaan periklanan. Tampaknya masa remaja dan dewasa Kosuke dihabiskan dengan membosankan tanpa adanya bumbu-bumbu percintaan. Hal tersebut tampak ketika adik Kosuke selalu mengejek kakaknya. Berbeda dengan kakaknya, adiknya tampak seperti orang playboy. Mungkin Kosuke masih menyimpan harapan untuk bertemu dengan teman masa SMP-nya.

Kosuke dan rekannya mendapatkan proyek kerjasama dengan perusahaan lain dalam membuat iklan untuk memperkenalkan produk kliennya. Ketika Kosuke mendatangi tempat mitranya, disanalah dia tidak menyangka bertemu dengan Mao yang tampak berbeda dan cantik. Dari pertemuan itu, komunikasi di antara mereka berlanjut. Kisah cinta keduanya pun mulai berkembang lagi. Hingga pada akhirnya Kosuke memberanikan diri untuk melamar Mao. Di saat pertemuan dengan orangtua Mao, Kosuke akhirnya mengetahui kebenaran mengenai isu yang pernah beredar ketika SMP mengenai siapa sebenarnya Mao dari ayah Mao. Kosuke tidak mempermasalahkan kenyataan tersebut dan dia mencintai apa adanya Mao.

The.Girl.in.the.Sun.2013.mkv_003900848The.Girl.in.the.Sun.2013.mkv_002652477

Semuanya tidak berhenti disini saja. Setelah pernikahan dan mereka berdua mulai tinggal bersama, ada beberapa kejadian yang mulai menyerang Mao. Disini awalnya saya menebak bahwa Mao mengidap suatu penyakit tertentu, seperti cerita drama-drama Jepang dan Korea pada umumnya. Namun, tebakan itu tidak tepat. Karena ada sebuah kejadian yang berkaitan dengan masa kecil Kosuke ketika dia bermain di pantai dan menolong seekor kucing kecil. Kejadian selanjutnya ketika anak tetangga mereka yang hampir jatuh dari teras yang tinggi dan Mao menolongnya dari ketinggian yang tidak lazim untuk selamat. Sedikit demi sedikit Kosuke mulai mencari tahu siapa sebenarnya Mao. Ketika semua hampir terungkap, tiba-tiba Mao menghilang. Semua orang yang berhubungan dengan Mao tidak mengenal siapa Mao. Kosuke tampak semakin bingung. Satu-satunya tempat yang disukai oleh Mao menjadi tujuan akhir Kosuke mencari Mao dan menjadi jawaban penting bagi Kosuke.

Film ini dibalut dengan sangat perlahan dan tidak buru-buru untuk segera mengakhiri tanpa adanya taste. Diawal cerita hingga klimaksnya kita masih sulit mencari makna dari ceritanya. Saat semua rahasia mulai terkuak yang masih berhubungan dengan masa kecil Kosuke, di saat itulah kita paham apa yang ingin disampaikan film ini. Sebuah permintaan dan doa untuk bisa bertemu, mengucapkan terima kasih dan membalas kasih sayang kepada seseorang yang rela terluka demi dirinya menjadi inti dari ceritanya.

Sinematografi dari film ini saya acungi jempol. Sangat keren. Seperti judulnya yang terdapat kata ‘sunny‘, maka film ini diambil dengan latar cahaya dari matahari. Sangat teduh dan menyilaukan secara bersamaan. Setting tempat yang digunakan juga indah. Menambah film ini menjadi indah. Soundtrack yang digunakan dalam film ini adalah lagu kesukaan Mao. Sekali mendengarnya saja kita mudah jatuh cinta. Begitu dengan saya saat pertama mendengar lagu yang menjadi soundtrack-nya. Lagunya membuat kita ingin menggerakkan tubuh seperti Mao. Wouldn’t it be nice adalah judul lagunya yang dikeluarkan pada tahun 1966 oleh band legendaris Beach Boys (sama halnya seperti The Beatles). Lagu ini menjadi list wajib dalam handphone saya setelah menonton filmnya.

The.Girl.in.the.Sun.2013.mkv_006682851

Wouldn’t it be nice if we werw older? Then we wouldn’t have to wait so long. And wouldn’t it be nice to live together. In the kind of world where we belong

Quote for Mr. Gita Wirjawan

winnie the pooh

Ketika saya sedang asyik melihat Nicholas Saputra menjadi salah satu pembicara di panelnya dalam The International Conference on Futurology beberapa tahun lalu, tidak lepas mata saya menangkap Bapak Gita Wirjawan dalam salah satu sesinya pula. Menonton beliau, walaupun hanya melalui Youtube, saya tambah kagum. Sejak beliau aktif muncul di berbagai socmed dan headline berita beberapa tahun lalu, saya sudah kagum terhadap beliau. Dan ketika melihat beliau berpidato dengan gesture yang sangat enjoy sekali terlihat jelas profesionalnya dan terbiasanya beliau memberi “ceramah”.

Saya jadi ingat ketika pernah membaca biografi beliau. Diceritakan bahwa beliau pernah merasakan masa tersulit ketika menempuh studi di Amerika. Dan beliau ingat apa yang pernah dikatakan oleh Winnie The Pooh :

You are bigger than what you think you are

Bagaimana dengan kamu? Apa yang akan kau pikirkan ketika kau merasa sulit dalam berbagai hal? Dan kalimat apa yang bisa membuatmu untuk bangkit?

The Fault In Our Stars : the sweet story of imperfect

the fault in our stars

“Pain demands to be felt” (John Green)

Kalimat yang memaksa saya untuk setuju terhadap pernyataannya. Seperti rasa sakit yang memaksa juga terhadap rasa. Saya memberikan 4,5 stars from 5 stars untuk film ini. Dan saya mengakui keindahan ceritanya dalam menonton film tersebut. Selama ini, dalam kamus perfilman saya, kisah drama romance yang memegang rating teratas adalah The Perks of Being a Wallflower, dilanjutkan A Walk To Remember. Namun, setelah menonton film ini, peringkat teratas dalam kamus saya berubah menjadi film ini.

Ketika kita melihat poster film ini, kita pasti menebak “Ah, film tentang orang yang sakit”. Well, tidak salah. Karena pada posternya, Hazel sebagai tokoh utama film menggunakan bantuan oksigen mini yang selalu ia bawa kemana-pun ia pergi. Dan pastinya kalian akan mulai menebak-nebak bahwa cerita film ini akan berakhir dengan kematian terhadap tokoh utamanya.

Film yang diadaptasi dari novel terlaris karya John Green membuat saya penasaran dengan karya novel John yang lain. Well, lewat film ini saya jadi kenal dengan penulis asing lainnya selain J.K Rowling, Nicholas Sparks, Paulo Coelho, Haruki Murakami, dll. Walaupun saya belum membaca novelnya pada saat menonton film ini, it’s okay, alur cerita yang disajikan oleh sutradaranya, Josh Boone, terkemas secara apik. Tidak muluk-muluk. Tidak berlebihan. Tidak kurang. Sangat pas sekali. Selain karena arahan sutradara, tokoh-tokoh yang memerankan 2 peran penting yaitu Hazel & Augustus sangat cocok sekali untuk Shailene Woodley dan Ansel Elgort. Melalui film ini, saya menyukai 2 aktor tersebut dan menunggu film mereka selanjutnya.

Kenapa saya mengatakan bahwa cerita yang disajikan oleh Josh Boone begitu pas? Saya yakin bahwa ketika saya nantinya membaca novelnya pasti akan merasa hal yang sama ketika menonton filmnya. Karena tidak mudah seorang sutradara mengadaptasi sebuah film dari karya buku yang laris. Dari yang tebalnya berhalaman-halaman harus disampaikan ke dalam layar dalam waktu kurang dari 2 jam. Ketika suatu film yang merupakan adaptasi dari buku kemudian sukses untuk ditampilkan di layar, hal tersebut sungguh “Wow!”. Bisa dibayangkan bagaimana isi dari novelnya jika filmnya saja begitu “memikat”.

Kisah cinta yang diramu Josh Boone bukanlah kisah cinta yang perlu “dikasihani” melihat tokoh pemeran utamanya mengidap penyakit kanker kelenjar tiroid. Penyakit tersebut telah membuat Hazel harus selalu menggunakan oksigen mini kemanapun ia pergi akibat dari komplikasi yang ditimbulkan oleh penyakitnya terhadap paru-parunya. Bertemu dengan Ausgustus di sebuah perkumpulan orang-orang yang memiliki kondisi sama dengan Hazel, tetapi berbeda-beda kasus, membawa petualangan Hazel menjadi seru dan berwarna. Ausgustus yang dinyatakan sudah bersih dari kankernya merupakan tipikal cowok tidak pelu berpikir terlalu lama bila ingin melakukan sesuatu, hangat, periang dan  menginginkan banyak orang bisa mengenalnya ketika dia nantinya mati. Hal yang membuat saya sedikit kaget melihat ketampanan Ausgustus bahwa kakinya tidaklah sempurna. Pengaruh dari kanker yang dideritanya dan untuk menghilangkan kanker 85% harus dibuat pilihan terhadap kakinya.

Kedekatan antara Hazel dan Ausgustus berlanjut hingga mereka pergi ke Amsterdam untuk mencari jawaban atas segala pertanyaan-pertanyaan kepada Van Houten. Hingga mereka mengetahui kenyataan bahwa waktu mereka untuk bersama-sama tidak akan berlangsung lama. Sepulang dari Amsterdam inilah saya mulai merasakan kesedihan. Bukan karena salah satu dari tokohnya akan mati. Tetapi kesedihan bahwa saya yang tidak mengidap penyakit apapun kenapa tidak bisa memiliki pemikiran tentang hidup seperti mereka.

edit-1

You don’t get to choose if you get hurt in this world, but you do have some say in who hurts you.”  

– John Green –

Apa yang dikatakan Hazel kepada Ausgustus sangat tepat. Di dunia ini kita tidak memerlukan banyak orang untuk mengenang kita jika tidak ada. Cukup orang yang kita cintai dan mencintai kita bisa mengenang kita. Josh Boone meramu cinta antara Hazel dan Ausgustus tidak terlalu “mewek”, tetapi meramunya dalam kisah manis dan sesuai apa yang bisa dikatakan oleh realitas.

Pelengkap dari sebuah film adalah soundtracknya. Dari awal hingga film ini berakhir, saya menikmati musik dan lagu yang mengiringi film tersebut. Apalagi ketika saya tahu bahwa yang mengisi soundtracknya adalah Ed Sheeran. Pantas saja saya tidak asing dengan suaranya yang khas. Mata dan telinga kita sungguh dimanjakan dengan adegan-adegan yang indah dan musik yang cantik sebagai pelengkapnya.

5 cm per second

page1

Sesak. Tak ada airmata.

Dada hanya terasa sesak selesai menonton movie ini. Well, bisa dikatakan bahwa film ini mampu mengaduk aduk perasaan dan emosi saya.

Marah, jengkel, dan yang terutama ‘geregetan’ sekali terhadap Takaki. Ingin rasanya saya nyamperin dan berteriak di mukanya. “Apakah memang jarak yang harus dipersalahkan??”

Sampai saat ini hanya film anime ini -menurut saya- yang bagus. Mulai dari alur ceritanya, soundtracknya, narasinya, kualitas gambarnya, efek animasinya dan yang utama adalah detail penggambaran tempat serta benda2nya. Semuanya terasa nyata padahal film ini hanyalah animasi. Kenyataan tersebut juga terasa pada jalan ceritanya yg tidak dibuat buat sama sekali. Dibuat se-realita mungkin. Hanya 1 hal yg saya sesali, kenapa tidak dari dulu saya menonton animasi ini -_-

Film ini terdiri dari 3 bagian yaitu The Chosen Cherry Blossoms, Cosmonaut dan 5 Centimeters Per SecondSemua bagian tersebut saling terhubung. Seperti judul bagian terakhir yaitu 5 cm/second, secara sekilas kita akan sedikit bingung apa hubungannnya dengan jalan ceritanya. Tetapi bila dicerna secara baik2 bahwa arti yg sebenarnya dalam banget berhubungan dengan jalan ceritanya.

5 cm/second adalah kecepatan bunga sakura saat jatuh antara satu bunga dengan bunga lainnya. Mungkin sekilas kitA akan menganggap bahwa 5 cm adalah jarak yg tidak penting. Tetapi tahukah kalian bahwa jarak 5 cm itu sangatlah penting apalagi 1 cm bila semuanya sudah terlambat.

Takaki dan Akari adalah 2 tokoh sentral dalam film ini. Mereka adalah teman sejak kecil. Waktu dan jarak yg akhirnya memisahkan mereka. Akari harus pindah rumah mengikuti orangtuanya. Dan Takaki pun pada akhirnya juga move mengikuti orangtuanya. Berbagai kendala menghadapi keduanya saat mereka mencoba untuk saling bertemu. Salah satu penghalangnya adalah kereta api, yg sepertinya berperan menjadi tokoh antagonis (jadi kesel sendiri ma kereta yg lewat). Dan bagaimana pada akhirnya, apakah mereka bisa mengalahkan semua rintangan??? Well,,,kalian harus nonton sendiri. 🙂

“I love you even today. Even if we were to exchange mail a thousand times, our hearts would probably not move closer by even one centimeter.”

page

Best of Times : The things we want remember and forget

Tidak ada referensi sebelumnya tentang film ini. Saya pun juga tidak tahu film ini bercerita tentang apa. Karena melihat covernya, sepertinya, lumayan bagus ya mencobalah saya untuk menontonnya.

Film ini keluaran tahun 2009, jadi sudah 3 tahun lalu (saya termasuk telat nonton). Di awal-awal cerita, film ini tidak membuat boring. Mudah dipahami dan tentunya ada unsur komedi yang saya suka. Film ini adalah film produksi Thailand. Jadi bisa ketebak gimana gaya komedi romantis film Thailand. Walaupun sebenarnya saya sedikit terganggu dengan dialeknya. Film ini bercerita tentang Keng yang berprofesi sebagai dokter hewan dan mempunyai sahabat sejak SMA bernama Ohm. Ternyata dulunya mereka menyukai cewek yang sama bernama Fei, tetapi Ohm tidak tau kalo cewek yg disukai Keng adalah ceweknya. Hanya Keng yg tau n itu ga sengaja saat tahunya. Akhirnya dia mengalah ampe dibelain transfer kelas. Beberapa tahun kemudian si Fei udah nikah ma Ohm, but mereka dah cerai. Saat Ohm nyampein hal itu ke Keng, Keng sdikit ga percaya. Coz si Ohm adalh first love bt Fei. Fei akhrnya tau siapa Keng sebenarnya n bagaimana isi hatinya selama ini.

Dalam film ini ada 2 kisah cinta. Yang pertama ttg Keng n Fei. Yang satunya ttg Mr. Jamrus n Mrs. Sompit. Mereka itu adalah murid les Keng di kelas computer. Dan mereka berdua tu saling suka. Di bagian ini yg bikin film ini asyik, karena menceritakan bgaimana kisah asmara org lansia. Asmara tu bukan milik anak muda ato dewasa saja. Bagian yg mulai mencapai klimaks film ini saat Keng mengajak Fei ke luar provinsi mencari Mr. Jamrus n Mrs Sompit yg liburan bersama di tempat tinggal Mr Jamrus. Hal ini dilakukan karena anak dr Mrs Sompit mencari ibunya yg menghilang tiba2. Akhirnya Keng ketemu dgn mereka. Lalu kembali ke Bangkok dan didapatkan bahwa Mr. Jamrus menderita penyakit yg dpt membuatnya kehilangan seluruh ingatannya (coba tbak pnyakt apa itu??). sedangkan Mrs Sompit harus pndah ke USA. Nah lho gmana ksah cinta mereka??

Ada beberapa statement Mr Jamrus dan Keng yang saya rekam ke otak saya. Tidak melupakan adalah sesuatu hal yg tidak mungkin. Yang ada hanya melupakan secara sekejap n melupakan secara perlahan ucapan Mr Jamrus untuk Mrs Sompit. Cepat atau lambat, semua orang pasti akan melupakan. Tetapi kita adalah tipe orang yg sulit melupakan. Satu-satunya perbedaan adalah cinta baruku sekarang pada orang yg sama ungkapan Keng kepada Fei.

Things we want to remember, we forget. Things we want to forget, we remember. It’s funny how people. Want to remember, but forget. Then want to forget, but remember

Area X : Hymne Angkasa Raya

Eliza V. Handayani…..mewakili generasi terbaru yang akan dimiliki abad 21, seperti Fansuri, terpelajar, futuristic, indah, dan kreatif. —Taufiq IsmailArea X

Buku ini merupakan buku lama yang terbit pertama kali tahun 2003. Sebelum terbit dalam bentuk novel, Area X adalah naskah film yang menjuarai Lomba Penulisan Film tahun 1999. Eliza saat menulis buku ini menggunakan rujukan 33 buku, jurnal dan bulletin. Eliza menggunaka rujukan tersebut untuk memperkuat sains, teknologi dan keilmiahan yang terkandung dalam novelnya. Buku ini berbeda dengan novel fiksi yang marak saat ini. Saya lebih suka menyebutnya sebagai novel fiksi ilmiah karena tidak terlepas dari beberapa penggunaan istilah ilmiah yang ada. Secara tidak langsung ketika kita membaca novelnya, kita bisa mempelajari pula astronomi, astrologi, astrofisika, astrobiologi, sains, ufologi dan teknologi modern yang dipaparkan dengan bahasa yang lugas dan mudah dipahami. Novel ini tidak hanya berkisah pada seputar ilmiah saja. Penulis juga menyuguhkan cerita persahabatan dan percintaan antara Yudho, Elly, dan Rendy.

Yudho dan Rocky adalah mahasiswa pascasarjana. Pada tahun 2015, mereka menemukan sebuah rahasia tak terduga di Area X (read : area sepuluh), yang merupakan pusat penelitian IPTEK mutakhir di Indonesia 2015 yang berjumlah 10 area. Yudho dan Rocky mencari tahu rahasia apa yang dilakukan di Area X. Rasa penasaran mereka yang belum tuntas  menghasilkan kematian Rocky. Elly yang merupaka seorang mahasiswa astrofisika menemukan keganjalan dalam kecelakaan Tyas. Dia mengaku melihat piring terbang di dekat Area X. Rasa penasaran Elly mempertemukan dia dengan Yudho di Hadeslan, kota satelit yang mengelilingi Jakarta. Akankah mereka bisa menyingkap rahasia tersembunyi di Area X? Dan siapakah Rendy yang muncul di tengah – tengah kedekatan antara Elly dan Yudho? Temukan jawabannya dalam novel ini.

“Berpeganglah selalu pada diri sendiri. Tapi akan selalu ada, meskipun sedikit,meskipun tiada kau rasakan,orang-orang yang selalu berpikir sepertimu,yang bisa memahamimu,dan bisa menyayangimu. Tak seorang pun benar-benar sebatang kara.  Kita tidak pernah benar-benar sendirian……”

K – Only Human

Lagu ini pertama kali saya dengar dari dorama Jepang “1 Litre of Tears”. Dorama ini sangat terkenal karena diambil dari kisah nyata. Jalan ceritanya pun tidak luput membuat saya menghabiskan beberapa lembar tisu. Ditambah dengan lagu ini sebagai ost-nya menjadi pelengkap untuk menyayat hati saya. Bagi yang ingin dengar lagu melow dan sedih, lagu ini rekomendasi sekali.