Travelers’ Tale : Belok Kanan, Barcelona!

1493217Ini dia novel yang terbit di tahun 2007 mengambil tema tentang traveler yang berbeda dengan buku traveler kebanyakan. Penyusunan cerita dalam buku ini sungguh kece. Awal mulanya, saya mengira bahwa buku ini seperti buku traveler yang dominan hanya menceritakan perjalanan ke berbagai negara seperti dokumenter pribadi. In fact, buku ini dikemas dalam sebuah cerita fiksi. Dan saya heran ketika melihat nama penulisnya. Tertulis bukanlah penulis tunggal. Tetapi terdapat 4 penulis. Kuartet. Yap! Bagaimana mereka bisa menyusun plot dengan menggunakan 4 penulis ya? Apakah tidak terjadi “tabrakan” dalam penentuan alur, klimaks, tokoh bahkan ending ceritanya? Whatever, itu urusan mereka. Yang jelas, saya sungguh tergelitik ketika membacanya. Dari satu bab berpindah ke bab lain pasti sudut pandang cerita berubah dari segi tokoh yang mana. Sesuai dengan penulis-penulisnya. Di dalam isi novel ini terdapat 4 tokoh utama.

Ditulis oleh 4 penulis yang 2 diantaranya tidak asing di telinga saya. Mereka adalah Adhitya Mulya, Alaya Setya, Iman Hidajat, dan Ninit Yunita. Adhitya dan Ninit sudah saya kenal (mereka tidak kenal saya -_-) dari novel-novel mereka sebelumnnya seperti jomblo dan test pack. Di dalam cerita mereka mengambil peran dari masing-masing tokoh novel. Seperti penulisnya, tokohnya pun terdapat 4, yaitu Yusuf (Ucup), Farah, Retno dan Francis. Tetapi saya tidak berani menebak penulis mana yang memegang tokoh yang mana. Saya hanya cukup yakin bahwa Adhitya memegang tokoh Ucup.

Keempat tokoh tersebut adalah sekawanan sejak mereka SMP hingga SMA. Seperti kebanyakan cerita dan orang-orang katakan bahwa masa SMA penuh dengan masa kisah cinta. Begitu pula dengan mereka. Hanya saja kisah cinta diantara mereka ini segiempat dan tak kunjung terselesaikan dengan ucapan. Saya bisa membayangkan bahwa kisah percintaan mereka “lugu”, tidak seperti kisah anak-anak SMA sekarang ini. Kenapa saya katakan segiempat? Kisah cinta mereka hanya berkutat pada mereka sendiri. Francis yang sudah ditolak dua kali oleh Retno. Farah yang memendam rasa pada Francis. Dan Ucup yang selalu menyembunyikan perasaan pada Farah yang notabene tahu bagaimana persaan Farah yang sebenarnya. Perjalanan kisah cinta mereka yang tidak terselesaikan hanya larut terbawa waktu.

Hingga pada akhirnya, di saat mereka berempat tersebar di berbagai negara yang berbeda, mendapat surat undangan pernikahan dari Francis yang akan menikah di Barcelona. Demi persahabatan dan pertanyaan yang belum terjawab, mereka akan melakukan reuni di Barcelona. Semua perjalanan dari berbagai negara untuk bertemu di satu titik akan mereka lakukan dengan budget yang pas ala backpacker. Akankah jawaban yang mereka inginkan akan mereka dapatkan atau malah sebaliknya? Silahkan untuk mencari tahu sendiri.

Keempat penulis ini saya acungi jempol. Fiksi yang mereka hadirkan sangat pas dengan tujuan yang mereka ingin tunjukkan kepada pembaca mengenai sebuah perjalanan seperti traveler ala backpacker. Cerita yang disuguhkan menjadi pelengkap dan pemanis layaknya kopi pahit dicampur dengan gula. Ketika membaca, saya bisa membayangkan bagaimana keindahan negara-negara di Eropa yang dibalut dengan cerita kehidupan mereka.

Tetapi, satu hal yang sedikit membuat saya kurang pas. Pada bagian penokohan 4 tokoh. Dalam sebuah cerita memang perlu ada satu tokoh utama. Dimana-mana tokoh utama hanya satu. Tapi tidak masalah bila tokoh utama ada 4. Jadi melihat dari 4 segi pandangan. Akan tetapi hal itu tidak saya pahami dalam novel ini. Jika memang tujuannya adalah 4 tokoh maka peran dari keempatnya harus sama bobotnya. Dalam novel ini cenderung Yusuf yang ditonjolkan. Dan 3 lainnya adalah pelengkap.

Selain jalan ceritanya yang bagus, kita disuguhi dengan beberapa gambar dari tempat-tempat yang mereka ceritakan. Menjadi poin pelengkap saat bercerita menampilkan gambar. Well, novel ini saya rekomendasikan bagi kalian yang mencari bacaan tentang backpacker yang dilengkapi kisah fiksi. Happy for reading 🙂 !

Iklan